Tuesday, March 28, 2017

Anish Giri Leading Longgang Chess Master 2017 - Shenzhen

A very strong six players tournament had been held in Shenzhen, China. The event also known as Longgang Chess Master included : Anish Giri, Peter Svidler, Pentala Harikhrisna, Michael Adams, Ding Liren and Yu Yangyi. Currently there are five rounds being played. As the players strength are closely in the same league, they are all in top 20, the rounds are dominated by draw results. First finisher will granted 20,000 bucks as per report. The event started from March 22 2017 and to be play ten rounds.

Only three decisive results so far : Harikrishna defeated Michael Adams, Anish Giri defeated Harikrishna and Ding Liren defeated Peter Svidler. After five rounds, Anish Giri is leading the field. UPDATE: Ding Liren won Shenzhen Longgang Chess Master after 10 rounds.

Shenzhen Longgang Chess Master 2017 final standing:

1Ding, Liren6.5
2Giri, Anish5.5
3Svidler, Peter5.5
4Yu, Yangyi4.5
5Harikrishna, P.4.5
6Adams, Michael3.5
Anish Giri leading Shenzhen Logan Longgang Chess Master 2017 as per round 5

Sunday, March 5, 2017

2017 FIDE ZONE 3.3 CHESS CHAMPIONSHIPS Concluded

The 2017 edition of FIDE ZONE 3.3 CHESS CHAMPIONSHIPS has concluded at Sunday March 5th 2017. The event played in Tagaytay Phillipine. Zone 3.3 Championship runs to award the best chess player in this zone 3.3, which is comprised most of Eastern Asia and South East Asian chess federation, excluded China and India.

The Open event is won by Malaysian FM Yeoh Li Tian, which is "only" seeded #10. This must be Malaysia's best achievement over many years.

WGM Vo Thi Kim Phung, 23 years old from Vietname is the new Zone 3.3 champion for 2017

In the female section, young Vietname player WGM Vo Thi Kim Phung won the first prize. Vo Thi Kim Phung had been the winner of 2007 Asian Youth Chess Championships U14 Asian age classes in United Arab Emirates . Then the 2011 blitz champion for ages U18 in Philippines. Vo Thi Kim Phung was seeded #9 for this event. The first seed was actually our own IM Irene Kharisma Sukandar. She seems to be underperformed and finished fifth place.

The opening of ZONE 3.3 Chess in Tagaytay, featuring Indonesian Irene Sukandar and GM Nguyen Ngoc Truong Son

There is one interesting insight over the tournament by SIngaporean IM Kevin Goh Wei Ming :



"I'll probably blog more about this a little later but amidst Li Tian Yeoh's record breaking effort at the Zonals, there was a incident in the last round that I feel is worth sharing.
My Olympiad teammate, IM Tin Jingyao was playing the young Indonesian player Setyaki Azarya Jodi with the black pieces. Setyaki needed a win to make his 2nd IM norm. In an equal-ish to drawn ending, Setyaki made his 40th move, got up and went to the rest room. Jingyao unfortunately forgot about the clock and didn't make his 40th move in time. Setyaki came back to the board, realized what happened, and in an incredible gesture of sportsmanship, offered a draw despite the high stakes. Unfortunately, the arbiter intervened and said that the game has ended officially when Jingyao's time ran out.
This just goes to show that results are sometimes not everything, and even young players can also be gentlemen. Setyaki proved to be a huge credit to the Indonesian Chess Federation and Singaporeans can hardly do better than to learn from his example." - Kevin Goh Wei Ming 

Final Standings 2017 FIDE ZONE 3.3 CHESS CHAMPIONSHIPS OPEN :

1
FM
7,0
2
GM
7,0
3
IM
6,0
4
FM
6,0
5
GM
5,5
6
IM
5,5
7
IM
5,5
8
IM
5,0
9
FM
5,0
10
FM
5,0
more results


Final Standings 2017 FIDE ZONE 3.3 CHESS CHAMPIONSHIPS WOMEN :


Both FM Yeoh Li Tian and Vo Thi Kim Phung will be confirmed taking part in the next FIDE Chess World Cup cycle.

Tuesday, February 28, 2017

Tan Zhongyi Rebut Juara Catur Wanita - Tehran 2017

Pagelaran kejuaraan dunia catur wanita atau Women's Chess Championship 2017 di kota Tehran akhirnya usai malam ini, dengan melahirkan juara dunia baru yaitu Tan Zhongyi dari China. Ajang yang dimulai dari tanggal 10 February 2017 ini diikuti 64 pecatur wanita, termasuk pula wakil dari Indonesia, IM Irene Kharisma Sukandar. Di round 1, Irene dikandaskan oleh pecatur Qatar kelahiran China, Zhu Chen. Selanjutnya perhatian penggemar catur terpaku pada enam babak sistem knock-out / gugur yang diberlakukan di Women's World Chess Championship ini. Selama berpekan-pekan sampai lah kita di partai final kejuaraan catur wanita dunia ini, pecatur unggulan ke-2 Anna Muzychuk dari Ukraina bertemu dengan unggulan ke-9 Tan Zhongyi dari China.

Tan Zhongyi, the 5th Chinese female chess player that crowned the World Champion Title.
Her predecessor are : Xie Jun, Zhu Chen, Xu Yuhua and Hou Yifan (photo David Llada)

Drama perjalanan Tan Zhongyi menuju final termasuk pula dramanya mengalahkan unggulan pertama, rekan senegara Ju Wenjun yang sebelumnya diperkirakan bisa menang di Tehran ini. Tan Zhongyi kemudian musti bersusah payah melangkah ke final di mana di babak semifinal musti bertemu pecatur tangguh, Harika Dronavalli dari India. Partainya dengan Harika berakhir sengit dengan kedua pecatur musti melewati partai Armageddon. (Lihat kilasannya di bawah).

Di sisi lain, Anna Muzychuk termasuk pecatur yang dielu-elukan karena memiliki rekor cukup bagus dalam melangkah ke final. Anna tidak pernah sekalipun melewati round tie-break karena selalu me-"newaskan" lawan-lawannya hanya dalam 2 round partai catur classic. Termasuk pula korbannya Anna adalah Alexandra Kosteniuk di semi final.

Pertemuan Tan Zhongyi vs Anna Muzychuk di final round dimulai dengan hasil remis di game ke-1. Di game ke-2, Tan Zhongyi berhasil mengejutkan semua pemirsa dengan mengalahkan Anna Muzychuk. Di game ke-2 ini, Tan Zhongyi berhadapan dengan pembelaan Slav variasi Meran dari Anna. Tapi ternyata persiapan Tan Zhongyi lebih baik di line ini, sehingga begitu lepas dari pembukaan, hitam sudah kurang begitu baik posisinya. Walau demikian Tan Zhongyi perlu bermain akurat dan akhirnya berhasil mencapai ending benteng yang menang.

Berikut analisis partai Tan Zhongyi vs Anna Muzychuk  1-0, Tehran 2017
dari penulis catur Dylan Loeb McClain di website  World Chess

Petunjuk dan Tips Catur Fase Middlegame (Permainan Tengah)

Bagi pecatur, setelah capek-capek menguasai fase pembukaan (opening) dan permainan akhir (endgame), maka fase permainan tengah (middle game) adalah fase yang paling susah. Seperti kata legenda catur GM Siegbert Tarrasch:

Before the endgame, the Gods have placed the middle game
(Siegbert Tarrasch)

"Sebelum sampai di permainan akhir, Tuhan sudah meletakkan permainan tengah." ... artinya Tarrasch bersyukur karena hanya di permainan tengah-lah, seorang yang betul-betul lihai bermain catur akan mampu mengungguli lawannya yang hanya textbook di opening dan di endgame.


Ada banyak tips-tips di fase permainan tengah. Tidak seperti fase opening dan endgame yang sangat teoritis, fase middle game betul-betul mementingkan unsur kreativitas, kekuatan kalkulasi dan instink yang kuat. Berikut sepulu tips catur fase middlegame yang dikutip dari website catur terkenal.

Terjemahan  Chess Middlegame Strategy - Top Ten Principles

Monday, February 27, 2017

Grischuk Sikat Juara Catur 2017 Sharjah Grand Prix

FIDE kembali menggelar seri grand prix untuk edisi tahun 2017. Lebih dari dua puluhan pecatur sudah mengisi list pemain yang akan bertempur di empat seri GP yang sudah dicanangkan. Di bulan February, Grand Prix pertama digelar di kota Sharjah , Uni Arab Emirates (UAE). Delapan belas pecatur mulai dari Maxime Vachier-Lagrave, Hou Yifan hingga Richard Rapport akan bertanding sembilan babak menggunakan sistem swiss. Ini adalah pertama kali seri GP menggunakan format pertandingan Swiss, sehingga dinamika pertandingan bisa lebih semarak. Seri Grand Prix FIDE akan menghasilkan tiket menuju tournament kandidat memperebutkan tiket menantang juara dunia catur.

Setelah melewati sembilan round sistem swiss, akhirnya pecatur Russia Alexander Grischuk yang hoki menyodok ke atas pimpinan klasemen. Eksperimen FIDE menerapkan sistem swiss 9 babak tampaknya akan disorot para pecatur karena di ajang Grand Prix Sharjah 2017 ini intensitas hasil remis sangat banyak. Alexander Grischuk "hanya" membutuhkan nilai 5.5/9 untuk bisa juara. Inipun Grischuk menangkan dengan tie break, karena dua pecatur lain, Maxime Vachier-Lagrave dan Mamedyarov juga mengumpulkan nilai 5.5 tapi kalah hal Solkoff-solkoffan mirip di Indonesia, hehe.

Alexander Grischuk won 2017 FIDE Grand Prix in Sharjah with a modest 5.5/9, shared first with Maxime Vachier-Lagrave and Mamedyarov


Pecatur Alexander Grischuk yang seakan-akan berpungguk di punggungnya, merupakan generasi pecatur Russia yang sebelumnya diharapkan menggantikan era Vladimir Kramnik

Grand Prix Sharjah ini merupakan salah satu rute untuk menjadi juara dunia catur. Ceritanya FIDE akan menggelar sekitar empat kali seri Grand Prix dengan berbagai peserta pecatur. Kemudian siapapun yang berhasil menjadi juara di seri Grand Prix ini, beserta runner up-nya akan berhak hadir dalam tournament kandidat penantang juara dunia Magnus Carlsen. World Chess Championship 2018 ini akan mempertemukan kembali juara turnament kandidat melawan Magnus Carlsen. Seri berikut Grand Prix FIDE 2017 akan digelar di kota Moscow, tanggal 12-21 May 2017.

Berikut Hasil-hasil Catur GP Sharjah, 18-28 February 2017 :



Partai Catur Bisa dipilih di Nama Pecatur

Final Standings After Round 9

Saturday, February 25, 2017

Tan Zhongyi Tantang Anna - Women's World Championship 2017 Tehran

Tan Zhongyi, yaitu unggulan ke-9 di Tehran, adalah yang ternyata maju ke round final dan bertemu Anna Muzychuk. Tan Zhongyi melewati babak semi final dengan penuh liku-liku tapi partai-partai tie breaknya menjadi tontonan seru di malam minggu kemarin. Seperti diceritakan sebelumnya, kejuaraan catur dunia wanita, Women's World Chess Championship tahun 2017 yang digelar di kota Tehran, Iran, akhirnya memasuki final round. Dari semenjak round 1 di mana penggemar catur Indonesia ramai mendukung perjuangan Irene Sukandar, hingga semi final kemarin, sebanyak 64 pecatur wanita sudah berijibaku selama hampir dua pekan. Turnamen yang menggunakan sistem gugur ini akhirnya hany menyisakan empat gadis pecatur di semi final.

Di babak semifinal kemarin, Tan Zhongyi harus melewati pecatur India yang super ulet, Harika Dronavalli. Harika memang adalah unggulan ke-4 di turnamen ini. Kedua pecatur saling mengalahkan semenjak partai classical games. Memasuki partai rapid games di hari tie break, mereka pun masih terlihat sama kuat. Di partai ke-5, Tan Zhongyi berhasil mendesak Harika sehingga dia blunder di langkah-langkah terakhir. Ingat pepatah catur "Three pieces belongs to checkmate" artinya kalau sudah ada tiga perwira, dipastikan kombinasi skak mat pasti ada.

Mari kita lihat mulai partai rapid ke-5, Tan Zhongyi vs Harika Dronavalli 1-0, Tehran 2017

Wednesday, February 22, 2017

Ju Wenjun Kandas Menuju Semi Final Women's World Championship 2017 - Tehran

Laju pecatur China unggulan pertama Ju Wenjun di Women's World Chess Championship 2017 Tehran akhirnya berhenti. Ju Wenjun berhadapan dengan rekan pecatur senegara Tan Zhongyi di round 4 Kejuaraan Catur Wanita Dunia ini. Di round 4 game ke-2, Tan Zhongyi mengejutkan Ju Wenjun melawan pembukaan Catalan dari putih. Setelah Ju Wenjun gagal menemukan jawaban terbaik, di langkah 15.Ne5? Ju Wenjun melakukan blunder. Tan Zhongyi yang baru berusia 25 tahun memang sudah lebih senior dibanding Ju Wenjun. Ini adalah kemenangan penting untuk Tan Zhongyi dan dia menjadi wakil China satu-satunya yang tersisa di Tehran untuk Women's World Championship 2017. Bagi Ju Wenjun, walaupun dia tersisihkan di Tehran tapi karena dia sudah memenangkan seri grand prix wanita FIDE, maka Ju Wenjun bakal diberi hak menantang pemenang kejuaraan dunia di Teheran ini!

Tan Zhongyi shock the Women's World Championship 2017 in Tehran by eliminating Ju Wenjun. She is now the only Chinese player in the field. Ju Wenjun who is seeded #1, failed to respond to Tan's opening and lost immediately - Photo official website


Ulasan Partai Catur Ju Wenjun vs Tan Zhongyi 0-1, Tehran 2017

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...