Pada kejuaraan catur dunia di Tehran 2017, Zhu Chen akhirnya tampil sebagai pemenang mini match melawan pecatur Indonesia Irene Kharisma Sukandar. Dalam mini match yang mempertandingkan dua partai catur klassik, Irene sebelumnya sudah tertinggal 1 partai di hari Sabtu lalu. Pada partai ke-2, Irene yang memegang buah putih memainkan 1.e4 dan dibalas c5 oleh Zhu Chen. Perkembangan partai yang dikategorikan sebagai Pembelaan Sisilia serangan Rossolimo ini berjalan solid. Zhu Chen mampu memainkan tempo kemudian memaksa satu persatu perwira putih untuk ditukar. Alhasil, di langkah 41 Irene sepakat remis dan mengakhiri perjuangannya menembus babak II di Kejuaraan Dunia Wanita Teheran ini.
Partai Catur Irene Kharisma Sukandar vs Zhu Chen 1/2-1/2, Round 1.2 Tehran 2017
Showing posts with label Irene Kharisma Sukandar. Show all posts
Showing posts with label Irene Kharisma Sukandar. Show all posts
Sunday, February 12, 2017
Saturday, February 11, 2017
Irene Tertinggal 1-0 Melawan Zhu Chen - WWCC Tehran 2017 Round 1.1
Kejuaraan Catur Dunia 2017 yang digelar di kota Tehran, Iran sudah melewati round 1.1. Sebanyak 64 pecatur wanita berlaga untuk meraih gelar juara dunia wanita FIDE. Sebanyak 32 pairings di round 1 sudah dilewati kemarin malam. Kejuaraan dengan event sistem gugur ini dipuncaki pecatur China Ju Wenjun yang menjadi seed #1 karena ratingnya yang tertinggi.
Di round 1.1 ini, srikandi catur Indonesia Irene Kharisma Sukandar turun menghadapi pecatur China yang sekarang berpaspor Qatar yaitu GM Zhu Chen. Grandmaster Zhu Chen adalah mantan juara catur dunia di era 2001s. Di partai pertama round 1, Irene berada di pihak hitam, melawan pembukaan 1.d4 Zhu Chen dengan pembelaan Nimzo-Indian. Walaupun permainan hingga babak tengah terasa memihak Irene, di mana buah-buah putih rada sulit bergerak. Tapi sedikit kekeliruan strategi hitam yang mencoba memaksa buka sayap raja putih membuat hitam harus berhadapan dengan taktik yang memenangkan Zhu Chen. Bisa dibilang memang partai kemarin malam cukup tajam dengan banyak variasi bisa terjadi. Berikut sedikit komentar pertemuan
Zhu Chen vs Irene Kharisma Sukandar di round 1.1 Women's World Championship Tehran 2017:
Di round 1.1 ini, srikandi catur Indonesia Irene Kharisma Sukandar turun menghadapi pecatur China yang sekarang berpaspor Qatar yaitu GM Zhu Chen. Grandmaster Zhu Chen adalah mantan juara catur dunia di era 2001s. Di partai pertama round 1, Irene berada di pihak hitam, melawan pembukaan 1.d4 Zhu Chen dengan pembelaan Nimzo-Indian. Walaupun permainan hingga babak tengah terasa memihak Irene, di mana buah-buah putih rada sulit bergerak. Tapi sedikit kekeliruan strategi hitam yang mencoba memaksa buka sayap raja putih membuat hitam harus berhadapan dengan taktik yang memenangkan Zhu Chen. Bisa dibilang memang partai kemarin malam cukup tajam dengan banyak variasi bisa terjadi. Berikut sedikit komentar pertemuan
Zhu Chen vs Irene Kharisma Sukandar di round 1.1 Women's World Championship Tehran 2017:
Monday, February 6, 2017
Women's World Chess Championship 2017 - Irene vs Zhu Chen di Round 1
Guliran Women's World Chess Championship 2017 akan segera di-gong-kan akhir pekan ini, tanggal 10 February 2017. Event yang akan menentukan siapa pemilik gelar Juara Dunia Catur / Women World Champion akan digelar di kota Teheran negara Iran. Sebanyak 64 pecatur wanita sudah siap beradu mental melalui ronde-ronde sistem gugur yang menjadi sistem pertandingan ini.
Wakil Indonesia adalah pecatur IM / WGM Irene Kharisma Sukandar. Irene merebut tiket menuju WWCC dengan menjadi juara zonal FIDE. Dengan rating FIDE 2421, Irene menyelip pas di pertengahan seed. Lawan di round 1 nya adalah mantan juara dunia Zhu Chen. Mantan ratu catur dari China ini memang sudah memasuki usia "semi-pro". Bermain untuk negara Qatar, Zhu Chen sudah tidak terlalu "prima" dalam catur dibanding saat masa jayanya kira-kira sepuluh tahunan lalu.
Pertemuan Irene Sukandar vs Zhu Chen juga sudah pernah terjadi beberapa kali. Hampir delapan tahun lalu, di ajang Subic 2009, Irene sudah berhasil mengalahkan Zhu Chen, lihat postingan ini. Jika dilihat dari atas kertas, Irene hanya unggul 2 elo dari Zhu Chen. Ini juga menjadi pairing dengan selisih rating terkecil dari semua pairing.
Dari Irene sendiri, ini adalah kejuaraan dunia kedua. Di tahun 2015, Irene berhadapan dengan Melia Salome dan kandas di round 1. Namun seperti kita pantau bersama, Irene yang sekarang adalah versi upgrade punya. Dengan pengalaman baru dari negara Amerika Serikat dan di bawah monitor Susan Polgar, kita bisa cukup pede untuk berharap Irene bisa melewati round 1 dengan lancar. Jika sampai Irene maju ke round 2, ini adalah rekor pertama pecatur Indonesia bisa maju ke round 2 dalam kejuaraan dunia sistem gugur ini. Dua pecatur lain yang pernah mewakili Indonesia adalah GM Utut Adianto dan Susanto Megaranto, seingat penulis keduanya belum pernah lolos dari round 1. (Mohon dikoreksi kalau salah...)
Dari 64 pecatur, Ju Wenjun menduduki seed pertama. Sekaligus membuat Ju Wenjun siap menjadi lawan kedua pemenang partai Irene vs Zhu Chen. Dengan rating Irene yang pas tepat ada di urutan 32, bisa dipastikan semua lawan Irene akan berat-berat semua.
Ajang Women's World Chess Champhionsip 2017 ini memang diiringi kontroversi terkait pemilihan lokasi di kota Tehran. Beberapa pecatur wanita menarik diri dari ajang, dikarenakan kurang berkenan dengan lokasi pertandingan. Sementara itu, dari 64 pecatur yang sudah siap tampil, pecatur asal Romania WGM Cristina Adela-Foisor wafat beberapa pekan silam. Lawannya Olga Girya dari Russia otomatis maju ke round 2.
Penyandang gelar Juara Dunia Wanita Hou Yifan sendiri sudah bertekad tidak ingin berkiprah lagi di ajang wanita. Hou lebih memilih jejak Judit Polgar untuk konsen di jalur catur "umum", bukan yang khusus untuk wanita saja. Dengan demikian ajang WWCC 2017 ini menyisakan ruang untuk pecatur wanita seperti Ju Wenjun dan lain-lain untuk menjadi juara dunia catur wanita.
Pairings Lengkap Women's World Championship 2017 Tehren :
Mari kita saksikan duel Irene Kharisma Sukandar vs Zhu Chen di round 1 Tehren, kira-kira tanggal 11 February 2017 hari Sabtu. Tayangan LIVE akan segera dicarikan untuk bisa muat ke halaman ini.
[ Kilasan Round 1.1 Zhu Chen vs Irene Kharisma Sukandar ]
Wakil Indonesia adalah pecatur IM / WGM Irene Kharisma Sukandar. Irene merebut tiket menuju WWCC dengan menjadi juara zonal FIDE. Dengan rating FIDE 2421, Irene menyelip pas di pertengahan seed. Lawan di round 1 nya adalah mantan juara dunia Zhu Chen. Mantan ratu catur dari China ini memang sudah memasuki usia "semi-pro". Bermain untuk negara Qatar, Zhu Chen sudah tidak terlalu "prima" dalam catur dibanding saat masa jayanya kira-kira sepuluh tahunan lalu.
Pertemuan Irene Sukandar vs Zhu Chen juga sudah pernah terjadi beberapa kali. Hampir delapan tahun lalu, di ajang Subic 2009, Irene sudah berhasil mengalahkan Zhu Chen, lihat postingan ini. Jika dilihat dari atas kertas, Irene hanya unggul 2 elo dari Zhu Chen. Ini juga menjadi pairing dengan selisih rating terkecil dari semua pairing.
Dari Irene sendiri, ini adalah kejuaraan dunia kedua. Di tahun 2015, Irene berhadapan dengan Melia Salome dan kandas di round 1. Namun seperti kita pantau bersama, Irene yang sekarang adalah versi upgrade punya. Dengan pengalaman baru dari negara Amerika Serikat dan di bawah monitor Susan Polgar, kita bisa cukup pede untuk berharap Irene bisa melewati round 1 dengan lancar. Jika sampai Irene maju ke round 2, ini adalah rekor pertama pecatur Indonesia bisa maju ke round 2 dalam kejuaraan dunia sistem gugur ini. Dua pecatur lain yang pernah mewakili Indonesia adalah GM Utut Adianto dan Susanto Megaranto, seingat penulis keduanya belum pernah lolos dari round 1. (Mohon dikoreksi kalau salah...)
GM Utut Adianto was showing his support for Irene on her WCC 2017 journey.
source : Facebook
Dari 64 pecatur, Ju Wenjun menduduki seed pertama. Sekaligus membuat Ju Wenjun siap menjadi lawan kedua pemenang partai Irene vs Zhu Chen. Dengan rating Irene yang pas tepat ada di urutan 32, bisa dipastikan semua lawan Irene akan berat-berat semua.
Indonesian Irene Kharisma Sukandar to face ex World Champion - GM Zhu Chen in first round WCC 2017 Tehran. Read her article - My Life Changing Experiences describing her journey as chess student in USA.
Ajang Women's World Chess Champhionsip 2017 ini memang diiringi kontroversi terkait pemilihan lokasi di kota Tehran. Beberapa pecatur wanita menarik diri dari ajang, dikarenakan kurang berkenan dengan lokasi pertandingan. Sementara itu, dari 64 pecatur yang sudah siap tampil, pecatur asal Romania WGM Cristina Adela-Foisor wafat beberapa pekan silam. Lawannya Olga Girya dari Russia otomatis maju ke round 2.
Penyandang gelar Juara Dunia Wanita Hou Yifan sendiri sudah bertekad tidak ingin berkiprah lagi di ajang wanita. Hou lebih memilih jejak Judit Polgar untuk konsen di jalur catur "umum", bukan yang khusus untuk wanita saja. Dengan demikian ajang WWCC 2017 ini menyisakan ruang untuk pecatur wanita seperti Ju Wenjun dan lain-lain untuk menjadi juara dunia catur wanita.
Pairings Lengkap Women's World Championship 2017 Tehren :
Women’s World Chess Championship 2017 Pairing Brackets - Tehran 2017
Mari kita saksikan duel Irene Kharisma Sukandar vs Zhu Chen di round 1 Tehren, kira-kira tanggal 11 February 2017 hari Sabtu. Tayangan LIVE akan segera dicarikan untuk bisa muat ke halaman ini.
GM Zhu Chen
[ Kilasan Round 1.1 Zhu Chen vs Irene Kharisma Sukandar ]
Monday, October 24, 2016
Samuel Sevian Juara SPICE CUP 2016
Samuel Sevian Menang SPICE CUP 2016
Perjalanan Pecatur Indonesia Irine Sukandar dalam turnamen catur di USA
Pecatur muda Samuel Sevian memenangkan ajang turnamen catur Spice Cup 2016 di Saint Louis Amerika Serikat. Spice yang singkatan dari Susan Polgar Institute for Chess Excellence adalah semacam sekolah pembinaan catur yang ditumbuh kembangkan oleh mantan juara catur wanita GM Susan Polgar di USA. Kehadiran sekolah ini kerap kali dibanggakan ibu Susan sebagai salah satu faktor dalam meningkatnya geliat percaturan di negara Amerika Serikat. Tidak salah memang karena bahkan pecatur wanita kita dari Indonesia juga mengenyam pendidikan perkuliahan sekaligus catur di Saint Louis, yaitu IM Irine Kharisma Sukandar. Alhasil ajang SPICE CUP 2016 ini bertabur bintang-bintang muda seperti juara dunia junior GM Jeffery Xiong, Awonder Liang, Kayden Troff, Li Ruifeng, Akshat Chandra dan lain-lainnya.
Turnamen catur Spice Cup 2016 tahun ini semakin kuat pesertanya. Di seed teratas masih GM Lee Quang Liem dari negara Vietnam yang juga berkuliah di sono. Disusulkan seed ke-2 GM Ray Robson yang merupakan anggota dari tim USA yang berhasil meraih Gold medal di Chess Olympiad 2016 Baku. Namun dari semua pendekar catur muda, GM Samuel Sevian yang akhirnya merebut trophy kebanggaan sebagai juara pertama. Samuel Sevian merupakan pecatur yang cukup agresif dan namanya berkibar sekitar setahun dua tahunan lalu. Dia sedikit kalah bersaing dengan rekan-rekan seangkatannya dan tidak berhasil turun di squad catur tim Amerika Serikat yang dikirim ke kota Baku beberapa bulan lalu. Kemenangan Samuel ini akan semakin menambah semarak warna catur di junior USA.
Samuel Sevian meraih point 6.5/9 sama dengan Ray Robson hingga round 9. Seperti tradisi di negara USA, turnamen catur di sana hobbynya menggelar babak play off yaitu partai catur Armageddon untuk menentukan juara pertama. Tentunya sistem ini juga lebih menarik dan terlihat adil dibanding menggunakan sistem tie break Bulkof-solkof-an (di mana lawan-lawan kita yang dibandingkan, kalau lagi apes ketemu lawan lemah maka rendah-lah Solkof, Bulkof, Molotof kita..).
Di partai Armageddon, Samuel Sevian menunjukkan dia lebih sigap dan menang. Berikut rekaman video partai Armageddon Samuel vs Ray Robson di Spice Cup 2016 dari Facebooknya ibu Susan Polgar.
Sementara itu, mari kita juga simak dan terus dukung kiprah perjalanan IM Irine Sukandar di negara paman Sam. Irine study di Webster University yang merupakan sebuah universitas dengan prestasi catur sangat sakti di kancah national USA. Susan Polgar beserta suaminya FM Paul Truong adalah coach di kampus ini. Berikut adalah partai catur mbak Irine melawan salah satu pecatur bergelar FM Alexander Betanelli yang dimenangkan oleh grandmaster wanita Indonesia pertama ini. Irine mengakhiri turnamen catur Spice Cup 2016 di urutan 18 dengan nilai 5.0. Di round terakhir Irine juga menang melawan pecatur dari Israel Vitaly Neimer.
Partai Catur IM Irine Kharisma Sukandar vs FM Alexander Betanelli, 1-0 SPICE CUP Saint Louis 2016
Pembukaan London System,
Partai catur IM Irine Kharisma Sukandar vs FM Doug Eckert 1-0, Spice Cup St Louis 2016
Pembukaan London System
Final Standings SPICE CUP 2016 :
1. Samuel Sevian 6.5
2. Ray Robson 6.5
3. Illya Nyzhnyk, 6.0
4. Jeffery Xiong 6.0
5. Le Quang Liem 6.0
6. Timur Gareev 6.0
7. Vasif Durabayli 6.0
8. Li Ruifeng 5.5
9. Alexander Shimanov 5.5
10. Akshat Chandra 5.5
11. Jayaram Ashwin 5.5
12. Kayden Troff 5.5
....
18. Irine Kharisma Sukandar 5.0
Irine (or Irene), Indonesia first female grandmaster joined in Spice Cup 2016, she finished 18th, above several strong master in the field.
Perjalanan Pecatur Indonesia Irine Sukandar dalam turnamen catur di USA
Pecatur muda Samuel Sevian memenangkan ajang turnamen catur Spice Cup 2016 di Saint Louis Amerika Serikat. Spice yang singkatan dari Susan Polgar Institute for Chess Excellence adalah semacam sekolah pembinaan catur yang ditumbuh kembangkan oleh mantan juara catur wanita GM Susan Polgar di USA. Kehadiran sekolah ini kerap kali dibanggakan ibu Susan sebagai salah satu faktor dalam meningkatnya geliat percaturan di negara Amerika Serikat. Tidak salah memang karena bahkan pecatur wanita kita dari Indonesia juga mengenyam pendidikan perkuliahan sekaligus catur di Saint Louis, yaitu IM Irine Kharisma Sukandar. Alhasil ajang SPICE CUP 2016 ini bertabur bintang-bintang muda seperti juara dunia junior GM Jeffery Xiong, Awonder Liang, Kayden Troff, Li Ruifeng, Akshat Chandra dan lain-lainnya.
Turnamen catur Spice Cup 2016 tahun ini semakin kuat pesertanya. Di seed teratas masih GM Lee Quang Liem dari negara Vietnam yang juga berkuliah di sono. Disusulkan seed ke-2 GM Ray Robson yang merupakan anggota dari tim USA yang berhasil meraih Gold medal di Chess Olympiad 2016 Baku. Namun dari semua pendekar catur muda, GM Samuel Sevian yang akhirnya merebut trophy kebanggaan sebagai juara pertama. Samuel Sevian merupakan pecatur yang cukup agresif dan namanya berkibar sekitar setahun dua tahunan lalu. Dia sedikit kalah bersaing dengan rekan-rekan seangkatannya dan tidak berhasil turun di squad catur tim Amerika Serikat yang dikirim ke kota Baku beberapa bulan lalu. Kemenangan Samuel ini akan semakin menambah semarak warna catur di junior USA.
Samuel Sevian meraih point 6.5/9 sama dengan Ray Robson hingga round 9. Seperti tradisi di negara USA, turnamen catur di sana hobbynya menggelar babak play off yaitu partai catur Armageddon untuk menentukan juara pertama. Tentunya sistem ini juga lebih menarik dan terlihat adil dibanding menggunakan sistem tie break Bulkof-solkof-an (di mana lawan-lawan kita yang dibandingkan, kalau lagi apes ketemu lawan lemah maka rendah-lah Solkof, Bulkof, Molotof kita..).
Di partai Armageddon, Samuel Sevian menunjukkan dia lebih sigap dan menang. Berikut rekaman video partai Armageddon Samuel vs Ray Robson di Spice Cup 2016 dari Facebooknya ibu Susan Polgar.
Sementara itu, mari kita juga simak dan terus dukung kiprah perjalanan IM Irine Sukandar di negara paman Sam. Irine study di Webster University yang merupakan sebuah universitas dengan prestasi catur sangat sakti di kancah national USA. Susan Polgar beserta suaminya FM Paul Truong adalah coach di kampus ini. Berikut adalah partai catur mbak Irine melawan salah satu pecatur bergelar FM Alexander Betanelli yang dimenangkan oleh grandmaster wanita Indonesia pertama ini. Irine mengakhiri turnamen catur Spice Cup 2016 di urutan 18 dengan nilai 5.0. Di round terakhir Irine juga menang melawan pecatur dari Israel Vitaly Neimer.
Partai Catur IM Irine Kharisma Sukandar vs FM Alexander Betanelli, 1-0 SPICE CUP Saint Louis 2016
Pembukaan London System,
Partai catur IM Irine Kharisma Sukandar vs FM Doug Eckert 1-0, Spice Cup St Louis 2016
Pembukaan London System
Final Standings SPICE CUP 2016 :
1. Samuel Sevian 6.5
2. Ray Robson 6.5
3. Illya Nyzhnyk, 6.0
4. Jeffery Xiong 6.0
5. Le Quang Liem 6.0
6. Timur Gareev 6.0
7. Vasif Durabayli 6.0
8. Li Ruifeng 5.5
9. Alexander Shimanov 5.5
10. Akshat Chandra 5.5
11. Jayaram Ashwin 5.5
12. Kayden Troff 5.5
....
18. Irine Kharisma Sukandar 5.0
Irine (or Irene), Indonesia first female grandmaster joined in Spice Cup 2016, she finished 18th, above several strong master in the field.
Wednesday, August 10, 2016
Loek van Wely On Fire 6/6 HZ Tournament 2016 - Netherland
Before long, Loek van Wely level up his victory points to staggering 6/6. Loek participated in 20th Hoogeschool Zeeland 2016 chess tournament. He defeats six worthy opponents to sit on top of the tournament standings by round 6. Among his casualties are Indonesian IM Irine Kharisma Sukandar, who got fierce fight with Loek in round 4 on Sicilian game. Irene failed to take revenge because she also lost to Loek van Wely weeks prior in 10th Leiden Chess Tournament Amsterdam.
Partai Catur Irene Kharisma Sukandar vs Loek van Wely 0-1, HZ Tournament 2016
Hoogeschool Zeeland tournament attended by numerous chess master, the highest seed is GM Krishnan Sasikiran while GM Loek van Wely sit in number two. The event run from 6th till 13th August 2016. The entry-fee is € 55,=. For FM's the entry fee is € 30, and free for IMs and GMs. The website statistic show 14 grandmasters participated and 21 international masters. Among the crowd are numbers of Chinese new GMs and not-yet-titled players. They show very good result indeed, such as Yuan Ye and Mu Ke who still untitled but able to squeezed in the top ten.
After six round, Loek van Wely enjoyed his supremacy on the field with perfect 6/6. He will face GM Konstantin Landa on round 7 to pursuit Caruana-ish perfect 7, if he defeat his 7th opponent. The show is to night. Check on chess24.

Grandmaster kawakan dari Belanda melaju bebas di tournamen di kampung halamannya yang bertajuk "Hoogeschool Zeeland Tournament 2016". Si mister Loek mengumpulkan nilai 6/6, alias sempurna dari seluruh enam babak. Yang menarik adalah kehadiran IM Irene Kharisma Sukandar dari ajang catur ini. Irene sedang melakukan chess-tourism di dataran Europe, sebelumnnya sudah pernah main di salah satu turnament sebelum yang ini. Irine juga menjadi salah satu "korban" Loek van Wely. Keduanya bertemu di round 4 dan Irene musti menyerah walaupun telah memberikan perlawanan sengit. Sebelumnya, Irene juga dikalahkan big Loek di kota Amsterdam di ajang Leiden Open, beberapa hari sebelumnya. Bisa disimak partai nya di atas.
Setelah melalui enam round, peringkat teratas diduduki Loek van Wely disusul pecatur Krishna Sasikiran. Berikut peringkat sementara setelah round 6. Tournamen ini bisa disaksikan kira-kira pukul sembilan malam di website-website penyiar LIVE CHESS.
20th Hoogeschool Zeeland Tournament, NED - Standings after round 6
1 Van Wely Loek 6,0
2 Landa Konstantin 5,5
3 Leenhouts Koen 5,5
4 Ikonnikov Vyacheslav 5,0
5 Sasikiran Krishnan 5,0
6 Yuan Ye 5,0
7 Wan Yunguo 5,0
8 Van Foreest Jorden 5,0
9 Stany George Anthony 5,0
10 Mu Ke 5,0
11 Zeng Chongsheng 5,0
Partai Catur Irene Kharisma Sukandar vs Loek van Wely 0-1, HZ Tournament 2016
Hoogeschool Zeeland tournament attended by numerous chess master, the highest seed is GM Krishnan Sasikiran while GM Loek van Wely sit in number two. The event run from 6th till 13th August 2016. The entry-fee is € 55,=. For FM's the entry fee is € 30, and free for IMs and GMs. The website statistic show 14 grandmasters participated and 21 international masters. Among the crowd are numbers of Chinese new GMs and not-yet-titled players. They show very good result indeed, such as Yuan Ye and Mu Ke who still untitled but able to squeezed in the top ten.
After six round, Loek van Wely enjoyed his supremacy on the field with perfect 6/6. He will face GM Konstantin Landa on round 7 to pursuit Caruana-ish perfect 7, if he defeat his 7th opponent. The show is to night. Check on chess24.

IM Irene Kharisma Sukandar vs GM Loek van Wely 0-1 2016 (photo from official website)
Grandmaster kawakan dari Belanda melaju bebas di tournamen di kampung halamannya yang bertajuk "Hoogeschool Zeeland Tournament 2016". Si mister Loek mengumpulkan nilai 6/6, alias sempurna dari seluruh enam babak. Yang menarik adalah kehadiran IM Irene Kharisma Sukandar dari ajang catur ini. Irene sedang melakukan chess-tourism di dataran Europe, sebelumnnya sudah pernah main di salah satu turnament sebelum yang ini. Irine juga menjadi salah satu "korban" Loek van Wely. Keduanya bertemu di round 4 dan Irene musti menyerah walaupun telah memberikan perlawanan sengit. Sebelumnya, Irene juga dikalahkan big Loek di kota Amsterdam di ajang Leiden Open, beberapa hari sebelumnya. Bisa disimak partai nya di atas.
Setelah melalui enam round, peringkat teratas diduduki Loek van Wely disusul pecatur Krishna Sasikiran. Berikut peringkat sementara setelah round 6. Tournamen ini bisa disaksikan kira-kira pukul sembilan malam di website-website penyiar LIVE CHESS.
20th Hoogeschool Zeeland Tournament, NED - Standings after round 6
1 Van Wely Loek 6,0
2 Landa Konstantin 5,5
3 Leenhouts Koen 5,5
4 Ikonnikov Vyacheslav 5,0
5 Sasikiran Krishnan 5,0
6 Yuan Ye 5,0
7 Wan Yunguo 5,0
8 Van Foreest Jorden 5,0
9 Stany George Anthony 5,0
10 Mu Ke 5,0
11 Zeng Chongsheng 5,0
Thursday, May 19, 2016
Irene Kharisma Sukandar vs IM Almira Skripchenko - Ekatama Women Chess Match 2016 Jakarta
UPDATED. Over the year, there were women chess exhibition happening in Jakarta, Indonesia. Notable women chess players has been invited to Jakarta to play an exhibition match against home player. Players such as Nana Alexandria, all the way to Judit Polgar (vs Utut Adianto in 1995/96), Alexandra Kosteniuk, Hou Yifan and many others, had been invited to Jakarta in the past.
The other game was rather weird, where IM Almira got plus advantage but made several weak moves.
UPDATED : The other games:
Partai Catur IM Almira Skripchenko vs IM Irene Kharisma Sukandar 1/2-1/2, Jakarta 2016
The match is reported as Irene winning with 2.5-1.5 , but can't confirmed this at the moment.
In 2016, this women chess exhibition is held in Sekolah Catur Utut Adianto (Utut Adianto Chess School) Ballroom in Bekasi City. The players in action are IM Almira Skripchenko, French National champion, against Indonesian best known women chess player, IM Irene Kharisma Sukandar. Lately Irene has join Susan Polgar team in St Louis USA. Her holiday comeback is fully chess activity as done in this event right now. The event was 2 rounds classical chess and 2 rounds of rapid chess.
The event held from 18 May to 21 May 2016. As reported, the game should be in classical time control. The first round is reportedly a draw:
Duel catur IM Irene Kharisma Sukandar (INA) vs IM Almira Skripchenko (FRA) 1/2-1/2, Bekasi 2016
The other game was rather weird, where IM Almira got plus advantage but made several weak moves.
UPDATED : The other games:
Partai Catur IM Almira Skripchenko vs IM Irene Kharisma Sukandar 1/2-1/2, Jakarta 2016
The match is reported as Irene winning with 2.5-1.5 , but can't confirmed this at the moment.
duel catur wanita antara
Irene K. Sukandar vs Almira Skripchenko Round 1
photo by fellow chess player Dewi A.A. Citra in social media
round 2 - Almira Skripchenko vs Irene Kharisma Sukandar
photo by pak Djoni Chess posted in social media
The event sponsored by SCUA - Sekolah Catur Utut Adianto and Ekatama Group. Info :
Pertandingan Catur antara Women Grand Master Almira Skripchenko dengan Women Grand Master Irene Kharisma (alumni Sekolah Catur UTUT ADIANTO) dgn total hadiah Rp 91 juta (yang menang Rp 52 juta , yang kalah Rp 39 juta) 2 babak catur standard dan 2 babak catur cepat di Golden Ballroom Sekolah Catur UTUT ADIANTO , Bekasi pada hari Kamis tgl 19 Mei 2016 berakhir REMIS .
Pertandingan Catur antara Women Grand Master Almira Skripchenko dengan Women Grand Master Irene Kharisma (alumni Sekolah Catur UTUT ADIANTO) dgn total hadiah Rp 91 juta (yang menang Rp 52 juta , yang kalah Rp 39 juta) 2 babak catur standard dan 2 babak catur cepat di Golden Ballroom Sekolah Catur UTUT ADIANTO , Bekasi pada hari Kamis tgl 19 Mei 2016 berakhir REMIS .
Saturday, July 4, 2015
Medina Aulia in Chess For Girls 2015 - Won by WGM Gunay Mammadzada
Pecatur Medina Aulia Warda yang turut serta dalam program Chess For Girls akhirnya menuntaskan kehadirannya dengan menduduki peringkat ke-5 di tournament tersebut. Ajang Chess For Girls 2015 ini memang sangat luar biasa ceritanya. Ibarat kisah-kisah silat yang sering kita baca, seorang pelatih catur dunia mencari 10 bibit talenta pecatur wanita di seluruh dunia. Kesepuluh pecatur tersebut lalu diundang gratis ke "laboratorium" untuk digembleng secara intensif dengan pelajaran-pelajaran catur. WGM / IM-elected Aulia Warda adalah salah satu dari 10 pecatur yang terpilih. Ajang Chess For Girls 2015 kali ini berlangsung di kota Vienna, Austria. Sebelumnya beberapa kota sudah menjadi tempat berkumpul dan berlatih mereka, yaitu kota Geneva (Swiss) dan Saigon (Vietnam).
Di ajang Chess for Girls 2015 ini juga selain dilakukan pelatihan catur oleh Susan Polgar, juga diselenggarakan turnamen-turnamen, yaitu turnamen Problem Solving, Blitz dan yang paling puncak adalah sembilan rounds turnamen round robin antara kesepuluh pecatur tersebut. Di turnamen puncak tersebut mereka dihadiahi 2,000 euros jika menang. WGM Gunay Mammadzada asal Azerbaijan akhirnya keluar sebagai pemenang. Aulia Warda sendiri ada di peringkat 5 dengan point 4.5/9. Menurut crosstable yang dirilis di sini, Medina mengalahkan IM Khademalsharieh Sarasadat (Iran), WFM Anastasia Bykova (Rusia), WFM Gazikova Veronika (Slovakia) dan WIM Tijana Blagojevic (Montenegro).
Perlu juga diketahui juga, IM Irene Kharisma Sukandar akan segera masuk ke kampus Webster untuk tahun ajaran baru. Universitas Webster ini memang kampus yang paling banyak mahasiswa pecatur dunia, seperti GM Le Quang Liem dan lain-lain. Dengan demikian kedua pecatur wanita top Indonesia sekarang sudah menjadi perhatian dunia dan diharapkan banyak lagi prestasi-prestasi keren yang akan dipersembahkan keduanya.
Official website di https://chessdailynews.com/tag/chess-for-girls/
Google Translate HERE
Indonesian chess fans are happy to follow that IM-elected Medina Aulia Warda, the nation's top girl become part of this event. The brief description about this event is well explained here :
Chess For Girls Vienna 2015 – World’s Strongest All-Girls Invitational
By Paul Truong
The event is sponsored by FIDE (FIDE Women’s Commission), Webster University – SPICE, and the Susan Polgar Foundation, with support from the Austrian Chess Federation, Vienna Chess Federation and hosted by Webster University Vienna.
We invited the top 10 highest rated girls in the world (1 per country limit) to Webster University – Vienna Campus for a 4-day intense training. After the training, they will compete against each other in a round robin tournament for the top prize of 2,000 euros.
We cover all hotel (4-star) expenses and meals + 6,050 euros (2,000-1,250-750-500-400-300-250-200-200-200) total cash prizes for the 10 participants.
We also invited the top 2 players from Austria (as the host nation) for training. They will go through the full training sessions but will not participate in the tournament.
The first edition of FIDE Chess For Girls was held at Webster University – Geneva Campus, and the second one was held in Saigon, Vietnam. This is the 3rd one. (from https://chessdailynews.com/tag/chess-for-girls/)
The ten young talents were then compete each other in numbers of contests, PROBLEM SOLVING, BLITZ CHESS, and the top contest is the 9 rounds robin tournament:
The results:
Final standings - Chess For Girls 2015
1. WGM Mammadzada Gunay AZE 8.0
2-3. IM Khademalsharieh Sarasadat IRI 6.0
2-3. WGM Abdumalik Zhansaya KAZ 6.0
4. IM Ziaziulkina Nastassia BLR 5.5
5. WGM Medina Aulia INA 4.5
6-7. WFM Osmak Iulija UKR 4.0
6-7. WGM Davaademberel Nomin-Erdene MGL 4.0
8. WFM Bykova Anastasia RUS 3.5
9. WFM Gazikova Veronika SVK 2.5
10. WIM Blagojevic Tijana MNE 2210 1.0
Top 3 – Chess for Girls Puzzle Solving Championship
Three way tie for 1st :
Ziaziulkina, Nastassia (Belarus) 2431,
Osmak, Julia (Ukraine) 2412,
Exler, Veronika (Austria) 2200 with 9.5 pts/10
Final standings – Chess for Girls Blitz Championship
1. Khademalsharieh, Sara (Iran) 2412 9.5 pts / 11
2. Bykova, Anastasia (Russia) 2337 8.5
3. Abdumalik , Zhansaya (Kazakhstan) 2411 7.5
4-5 Blagojevic, Tijana (Montenegro) 2338 & Gazikova, Veronika (Slovakia) 2314 6.0
6-7 Medina, Aulia (Indonesia) 2412 & Newrkla, Katharina (Austria) 2200 5.5
8. Osmak, Julia (Ukraine) 2412 5.0
9. Exler, Veronika (Austria) 2200 4.5
10. Mammadzada, Gunay (Azerbaijan) 2336 3.0
11-12 Ziaziulkina, Nastassia (Belarus) 2431 & Davaademberel, Nomin-Erdene (Mongolia) 2371 2.5
Di ajang Chess for Girls 2015 ini juga selain dilakukan pelatihan catur oleh Susan Polgar, juga diselenggarakan turnamen-turnamen, yaitu turnamen Problem Solving, Blitz dan yang paling puncak adalah sembilan rounds turnamen round robin antara kesepuluh pecatur tersebut. Di turnamen puncak tersebut mereka dihadiahi 2,000 euros jika menang. WGM Gunay Mammadzada asal Azerbaijan akhirnya keluar sebagai pemenang. Aulia Warda sendiri ada di peringkat 5 dengan point 4.5/9. Menurut crosstable yang dirilis di sini, Medina mengalahkan IM Khademalsharieh Sarasadat (Iran), WFM Anastasia Bykova (Rusia), WFM Gazikova Veronika (Slovakia) dan WIM Tijana Blagojevic (Montenegro).
Perlu juga diketahui juga, IM Irene Kharisma Sukandar akan segera masuk ke kampus Webster untuk tahun ajaran baru. Universitas Webster ini memang kampus yang paling banyak mahasiswa pecatur dunia, seperti GM Le Quang Liem dan lain-lain. Dengan demikian kedua pecatur wanita top Indonesia sekarang sudah menjadi perhatian dunia dan diharapkan banyak lagi prestasi-prestasi keren yang akan dipersembahkan keduanya.
Official website di https://chessdailynews.com/tag/chess-for-girls/
Google Translate HERE
Indonesian chess fans are happy to follow that IM-elected Medina Aulia Warda, the nation's top girl become part of this event. The brief description about this event is well explained here :
Chess For Girls Vienna 2015 – World’s Strongest All-Girls Invitational
By Paul Truong
The event is sponsored by FIDE (FIDE Women’s Commission), Webster University – SPICE, and the Susan Polgar Foundation, with support from the Austrian Chess Federation, Vienna Chess Federation and hosted by Webster University Vienna.
We invited the top 10 highest rated girls in the world (1 per country limit) to Webster University – Vienna Campus for a 4-day intense training. After the training, they will compete against each other in a round robin tournament for the top prize of 2,000 euros.
We cover all hotel (4-star) expenses and meals + 6,050 euros (2,000-1,250-750-500-400-300-250-200-200-200) total cash prizes for the 10 participants.
We also invited the top 2 players from Austria (as the host nation) for training. They will go through the full training sessions but will not participate in the tournament.
The first edition of FIDE Chess For Girls was held at Webster University – Geneva Campus, and the second one was held in Saigon, Vietnam. This is the 3rd one. (from https://chessdailynews.com/tag/chess-for-girls/)
The ten young talents were then compete each other in numbers of contests, PROBLEM SOLVING, BLITZ CHESS, and the top contest is the 9 rounds robin tournament:
The results:
Final standings - Chess For Girls 2015
1. WGM Mammadzada Gunay AZE 8.0
2-3. IM Khademalsharieh Sarasadat IRI 6.0
2-3. WGM Abdumalik Zhansaya KAZ 6.0
4. IM Ziaziulkina Nastassia BLR 5.5
5. WGM Medina Aulia INA 4.5
6-7. WFM Osmak Iulija UKR 4.0
6-7. WGM Davaademberel Nomin-Erdene MGL 4.0
8. WFM Bykova Anastasia RUS 3.5
9. WFM Gazikova Veronika SVK 2.5
10. WIM Blagojevic Tijana MNE 2210 1.0
Top 3 – Chess for Girls Puzzle Solving Championship
Three way tie for 1st :
Ziaziulkina, Nastassia (Belarus) 2431,
Osmak, Julia (Ukraine) 2412,
Exler, Veronika (Austria) 2200 with 9.5 pts/10
Final standings – Chess for Girls Blitz Championship
1. Khademalsharieh, Sara (Iran) 2412 9.5 pts / 11
2. Bykova, Anastasia (Russia) 2337 8.5
3. Abdumalik , Zhansaya (Kazakhstan) 2411 7.5
4-5 Blagojevic, Tijana (Montenegro) 2338 & Gazikova, Veronika (Slovakia) 2314 6.0
6-7 Medina, Aulia (Indonesia) 2412 & Newrkla, Katharina (Austria) 2200 5.5
8. Osmak, Julia (Ukraine) 2412 5.0
9. Exler, Veronika (Austria) 2200 4.5
10. Mammadzada, Gunay (Azerbaijan) 2336 3.0
11-12 Ziaziulkina, Nastassia (Belarus) 2431 & Davaademberel, Nomin-Erdene (Mongolia) 2371 2.5
Chess For Girls 2015 in Vienna
(all photos from website)
Indonesia top player, IM-elected Medina Aulia among the ten Chess for Girl participant
on other news, IM Irene Kharisma Sukandar will soon join Webster University in USA, good luck!
Wednesday, April 22, 2015
Sean Winshand Wins JAPFA Chess 2015
(bahasa Indonesia di bawah)
Just when we have enough chess for this week, starting from Shamkir Gashimov 2015, World Team Chess Championship and World Women's Team Championship, JAPFA Chess Festival finished their 2015 edition today at Jakarta. The event include JAPFA Grandmaster Tournament, which played by 12 titled players, six players ranging from Sergey Tiviakov to Alina L'Ami as "foreigners" , to played six "locals" players. It's a 12 players single round-robin, played at Hotel Kartika Jakarta. The organizer of JAPFA Grandmaster Tournament 2015 aims for new champion to be born from Indonesian players, thus inviting only "new bloods", all International Master and one FIDE Master.
After 11 rounds, the result is overwhelming for the organizer since IM Sean Winshand Cuhendi finally emerged as sole winner of the tournament. Starting the tournament with a win over GM G.N.Gopal in round 1, Sean Winshand Cuhendi put in a solid performance, undefeated, drawings against top rated player while crushing against his own colleagues and lower rated players. Sean finished with 7.5/11 points, secured a GM norm.
Sean Winshand Cuhendi, born 1997, is the new sheriff in town, he got his IM title just last year. His works mainly did not shown up in the radar of Indonesian chess report because Sean build up his "chess career" a little off the map, playing in Europe (Hungary to be precise) just when he was a teenager. It is reported that Sean was experienced unusual health, born with hydrocephalus condition. His parent then gave Sean chess board so that he can played with no physical risk. Sean later sent to Hungary for training and tournament practicing where he won Budapest Saturday Open. He gained lots of elo point by playing over there. Sean is now the new force for Indonesian chess. Noted that the country haven't got a new chess grandmaster since GM Susanto Megaranto many many years ago.
Second place is GM Nguyen Anh Dung and Sergei Tiviakov claimed third place. It is not sure if Tiviakov able played this tournament with full heart as he is coach for Indonesian players, well, at least to Irine K. Sukandar, whom defeated him in round 4.
See Alina L'Ami excellent photography report
Final Standing JAPFA Chess 2015 Jakarta
chess-results link
-----------------------------
Sean Winshand Cuhendi Menangkan Turnamen Grandmaster JAPFA 2015
Turnamen Grandmaster JAPFA tahun 2015 akhirnya dimenangkan oleh International Master Sean Winshand Cuhendi. Di ronde 11, Sean menahan remis rekan Medina Aulia Warda, sedangkan saingan terdekatnya pecatur Vietnam grandmaster Nguyen Anh Dung ditekuk oleh pecatur Farid Firman Syah. Dengan hasil ini Sean berada di puncak klasemen dengan nilai 7.5 dari 11 ronde, Sean tampil sebagai urutan pertama satu-satunya. Nguyen ada di peringkat kedua, sedangkan pak guru pecatur Belanda GM Sergei Tiviakov ada di posisi ketiga.
Sean Winshand yang kiprah percaturannya agak kurang "terpantau" akhirnya mengukuhkan keberadaannya sebagai talenta catur yang sangat perlu diperhatikan. Sean memiliki rating FIDE 2428 pada waktu penulisan artikel ini. Sean memulai turnamen dengan kemenangan melawan grandmaster dari India G.N. Gopal, selanjutnya menahan remis Alina L'Ami, Muhammad Ali Lutfi, Farid Firman Syah, Irine K. Sukandar sebelum mengalahkan Purnama Tirta Chandra yang lagi down di turnamen ini. Sean menahan remis Nguyen Anh Dung di partai yang penuh tanda tanya karena menurut relay notasi catur dari chessbomb, ada TIGA Kali kesempatan skak mat dalam 1 langkah yang tidak dihiraukan Sean, mungkin pembaca bisa memberi keterangan mengenai partai ini.
Partai Sean Winshand Cuhendi vs Nguyen Anh Dung, 1/2-1/2 , Japfa Jakarta GM 2015
Sean lalu mengalahkan Sophie Milliet, yang berusaha bermain tajam dan "combo-combo"an melawan Sean, namun tidak berhasil. Sean mengalahkan Antonio Rogelio Jr di round 9, seterusnya remis melawan Sergei Tiviakov dan Medina Aulia Warda.
Partai Catur Sophie Milliet vs Sean Winshand Cuhendi 0-1, Japfa Jakarta GM 2015
Pembelaan Sisilia Taimanov
Dengan menduduki peringkat 1 di turnamen grandmaster catur JAPFA 2015, Sean Winshand Cuhendi meraih norma GM. Diharapkan dengan bekal GM-norm ini Sean bisa terus berjuang menjadi grandmaster (pria) terbaru Indonesia, sesuatu yang cukup jarang ditemui saat ini semenjak kejayaan GM Susanto Megaranto hampir sepuluh tahun silam.
Di partai lain, Irine Kharisma Sukandar mengalahkan gurunya Sergei Tiviakov di partai Scandinavian Defence yang cukup alot dan taktikal.
Partai catur Irine K. Sukandar vs Sergei Tiviakov, 1-0, Japfa Jakarta GM 2015
Di ronde 11, Farid Firman Syah mengkandaskan GM Nguyen Anh Dung seraya "membantu" Sean menjadi peringkat 1 satu-satunya.
Partai Catur Farid Firmansyah vs Nguyen Anh Dung 1-0, Japfa Jakarta GM 2015
E53 Pembelaan Nimzo-India
Terakhir Sean Winshand menahan remis Medina Aulia di babak 11. Medina bermain cukup bagus di dua babak terakhir di mana Medina mengalahkan Irine Sukandar di partai "siapa cewek catur terkuat Indonesia 2015". Namun di peringkat Medina harus puas di bawah Irine dikarenakan poin keseluruhannya yang masih kalah.
Partai Sean Winshand Cuhendi vs Medina Aulia Warda , 1/2-1/2 , Japfa Jakarta GM 2015
Partai Catur Medina Aulia Warda vs Irine Kharisma Sukandar 1-0, Japfa Jakarta GM 2015
Pembelaan Italia Giuoco Piano
Just when we have enough chess for this week, starting from Shamkir Gashimov 2015, World Team Chess Championship and World Women's Team Championship, JAPFA Chess Festival finished their 2015 edition today at Jakarta. The event include JAPFA Grandmaster Tournament, which played by 12 titled players, six players ranging from Sergey Tiviakov to Alina L'Ami as "foreigners" , to played six "locals" players. It's a 12 players single round-robin, played at Hotel Kartika Jakarta. The organizer of JAPFA Grandmaster Tournament 2015 aims for new champion to be born from Indonesian players, thus inviting only "new bloods", all International Master and one FIDE Master.
After 11 rounds, the result is overwhelming for the organizer since IM Sean Winshand Cuhendi finally emerged as sole winner of the tournament. Starting the tournament with a win over GM G.N.Gopal in round 1, Sean Winshand Cuhendi put in a solid performance, undefeated, drawings against top rated player while crushing against his own colleagues and lower rated players. Sean finished with 7.5/11 points, secured a GM norm.
Sean Winshand Cuhendi, born 1997, is the new sheriff in town, he got his IM title just last year. His works mainly did not shown up in the radar of Indonesian chess report because Sean build up his "chess career" a little off the map, playing in Europe (Hungary to be precise) just when he was a teenager. It is reported that Sean was experienced unusual health, born with hydrocephalus condition. His parent then gave Sean chess board so that he can played with no physical risk. Sean later sent to Hungary for training and tournament practicing where he won Budapest Saturday Open. He gained lots of elo point by playing over there. Sean is now the new force for Indonesian chess. Noted that the country haven't got a new chess grandmaster since GM Susanto Megaranto many many years ago.
Second place is GM Nguyen Anh Dung and Sergei Tiviakov claimed third place. It is not sure if Tiviakov able played this tournament with full heart as he is coach for Indonesian players, well, at least to Irine K. Sukandar, whom defeated him in round 4.
See Alina L'Ami excellent photography report
Final Standing JAPFA Chess 2015 Jakarta
1
|
IM
|
INA
|
2428
|
7.5
|
|
2
|
GM
|
VIE
|
2464
|
7
|
|
3
|
GM
|
NED
|
2662
|
6.5
|
|
4
|
IM
|
INA
|
2422
|
6
|
|
5
|
GM
|
IND
|
2577
|
6
|
|
6
|
IM
|
INA
|
2415
|
6
|
|
7
|
FM
|
INA
|
2401
|
6
|
|
8
|
WGM
|
INA
|
2404
|
5.5
|
|
9
|
GM
|
PHI
|
2483
|
5.5
|
|
10
|
IM
|
FRA
|
2377
|
4.5
|
|
11
|
IM
|
ROU
|
2397
|
3
|
|
12
|
IM
|
INA
|
2393
|
2.5
|
chess-results link
Chess player and photographer Alina l'Ami in Jakarta, pose with bunga Kamboja
photo Facebook
-----------------------------
Sean Winshand Cuhendi Menangkan Turnamen Grandmaster JAPFA 2015
Turnamen Grandmaster JAPFA tahun 2015 akhirnya dimenangkan oleh International Master Sean Winshand Cuhendi. Di ronde 11, Sean menahan remis rekan Medina Aulia Warda, sedangkan saingan terdekatnya pecatur Vietnam grandmaster Nguyen Anh Dung ditekuk oleh pecatur Farid Firman Syah. Dengan hasil ini Sean berada di puncak klasemen dengan nilai 7.5 dari 11 ronde, Sean tampil sebagai urutan pertama satu-satunya. Nguyen ada di peringkat kedua, sedangkan pak guru pecatur Belanda GM Sergei Tiviakov ada di posisi ketiga.
Sean Winshand yang kiprah percaturannya agak kurang "terpantau" akhirnya mengukuhkan keberadaannya sebagai talenta catur yang sangat perlu diperhatikan. Sean memiliki rating FIDE 2428 pada waktu penulisan artikel ini. Sean memulai turnamen dengan kemenangan melawan grandmaster dari India G.N. Gopal, selanjutnya menahan remis Alina L'Ami, Muhammad Ali Lutfi, Farid Firman Syah, Irine K. Sukandar sebelum mengalahkan Purnama Tirta Chandra yang lagi down di turnamen ini. Sean menahan remis Nguyen Anh Dung di partai yang penuh tanda tanya karena menurut relay notasi catur dari chessbomb, ada TIGA Kali kesempatan skak mat dalam 1 langkah yang tidak dihiraukan Sean, mungkin pembaca bisa memberi keterangan mengenai partai ini.
Partai Sean Winshand Cuhendi vs Nguyen Anh Dung, 1/2-1/2 , Japfa Jakarta GM 2015
Sean lalu mengalahkan Sophie Milliet, yang berusaha bermain tajam dan "combo-combo"an melawan Sean, namun tidak berhasil. Sean mengalahkan Antonio Rogelio Jr di round 9, seterusnya remis melawan Sergei Tiviakov dan Medina Aulia Warda.
Partai Catur Sophie Milliet vs Sean Winshand Cuhendi 0-1, Japfa Jakarta GM 2015
Pembelaan Sisilia Taimanov
Sean Winshand selfie bareng pecatur Sophie Milliet dari Prancis
photo from Sean's social network
Di partai lain, Irine Kharisma Sukandar mengalahkan gurunya Sergei Tiviakov di partai Scandinavian Defence yang cukup alot dan taktikal.
Partai catur Irine K. Sukandar vs Sergei Tiviakov, 1-0, Japfa Jakarta GM 2015
Di ronde 11, Farid Firman Syah mengkandaskan GM Nguyen Anh Dung seraya "membantu" Sean menjadi peringkat 1 satu-satunya.
Partai Catur Farid Firmansyah vs Nguyen Anh Dung 1-0, Japfa Jakarta GM 2015
E53 Pembelaan Nimzo-India
Terakhir Sean Winshand menahan remis Medina Aulia di babak 11. Medina bermain cukup bagus di dua babak terakhir di mana Medina mengalahkan Irine Sukandar di partai "siapa cewek catur terkuat Indonesia 2015". Namun di peringkat Medina harus puas di bawah Irine dikarenakan poin keseluruhannya yang masih kalah.
Partai Sean Winshand Cuhendi vs Medina Aulia Warda , 1/2-1/2 , Japfa Jakarta GM 2015
Partai Catur Medina Aulia Warda vs Irine Kharisma Sukandar 1-0, Japfa Jakarta GM 2015
Pembelaan Italia Giuoco Piano
Thursday, March 19, 2015
Woman's World Championship Sochi 2015 Round 2 Pairings - Irine Sukandar Tersingkir
(bahasa Indonesia di bawah)
In tie break rounds, our Indonesian player, Irine Kharisma Sukandar repeated the same variation on both games, pretty similar to what they've played in previous classical games. Only that this time, in both games Irine was simply outplayed in the last part of the game. Notably on the second rapid game, Irine can't avoid Salome's play that keep exchanging pieces out of the opening, she push too hard in must win situation and lost.
On the dramatic moments, Tatiana Kosintseva pushed to played in Armageddon round by Mary Ann Gomes. Tatiana even got lost position in the final moment but Mary Ann lost on time. Same thing happened in Alexandra Goryachkina vs Lilit Mkrtchian, both through the Armageddon phase and Alexandra won it. Four lower seeds eliminated their stronger counterpart, notably, Yaniek Marrero Lopez from Cuba (knocked out Elina Danielian), Inna Gaponenko (k.o.-ed Natalia Zhukova), Meri Arabidze (k.o-ed Elizabeth Paehtz), and Ketevan Arakhamia-Grant (eliminated Hoang Thanh Trang).
The pairings for round 2 are:
Koneru Humpy (2581 India) vs Lei Tingjie (2444 China)
Battle of strongest seed against the new black horse from China. Lei Tingjie won convincingly against Desy Cori in first round. Noted that Lei Tingjie is the winner one of Moscow Open groups in this January.
Alisa Galliamova 2484 – Tatiana Kosintseva 2483 (both Russia)
Both coming from tie break yesterday, Tatiana her equal opponent now.
Mariya Muzychuk (2526 Ukraine) – Monika Socko (2463 Poland)
Mariya get a highlight when lost to lower rated Yuan Yuanling, but then proved that's only a small incident. She will meet more experience opponent, Monika Socko.
Antoneata Stefanova (2522 Bulgaria) – Inna Gaponenko (2384 Ukraine),
Still, Antoneata is hundred points stronger than Inna Gaponenko. According to databse, Stefanova is having crushing winning records against Inna.
Viktorija Cmilyte (2530 Lithuania) – Ekaterina Kovalevskaya (2438 Russia),
Yaniet Marrero Lopez (2316 Cuba) – Meri Arabidze (2374 Georgia),
Both are the winning against their previous stronger opponents.
Alexandra Kosteniuk (2529 Russia) – Shen Yang (2459 China),
They played three games, 2-1 in favor to Shen Yang.
Harika Dronavalli (2492 India) – Irina Krush (2477 USA),
Irina Krush may wanted to take revenge on her country compatriot, Tatev Abrahamyan, who got eliminated by Harika Dronavalli.
Jun Wenjun (2557 China) – Natalia Pogonina (2456 Russia),
Most interesting pairing. Ju Wenjun as second seed against Natalia Pogonina. Found five games from chessgames.com, with equal 2.5-2.5.
Anna Ushenina (2486 Ukraine) – Marie Sebag (2482 France),
Zhao Xue (2527 China) – Melia Salome (2459 Georgia),
Melia Salome eliminated Irine Kharisma Sukandar in the tie break, destroying hope of millions Indonesia fans. She deserved the victory and need to face even stronger opponent, Zhao Xue.
Bela Khotenashvili (2513 Georgia) – Huang Qian (2473 China),
Anna Muzychuk (2552 Ukraine) – Aleksandra Goryachkina (2456 Russia),
Tan Zhongyi (2487 China) – Lela Javakhishvili (2481 Georgia),
Valentina Gunina 2528 – Olga Girya 2459 (both Russia),
Pia Cramling 2495 (Sweden) – Ketevan Arakhamia-Grant 2379 (Scotland).
Irine Kharisma Sukandar Tersingkir Melalui Babak Play Off
Setelah melalui dua babak catur klasik di kejuaraan catur wanita dunia Sochi 2015 melawan Salome Melia, Irine Kharisma Sukandar akhirnya kandas di babak play off. Memainkan dua partai catur cepat melawan Salome dari Georgia, keduanya mengulang pembukaan Ruy Lopez dan Caro Kann yang sudah mereka mainkan di babak sebelumnya. Namun ternyata Salome Melia memiliki kontrol yang lebih baik dan akhirnya memenangkan kedua partai catur kilat ini. Di game ke-3 (rapid 1), Melia berhasil perlahan-lahan membuat bangunan yang lebih baik dari Irine, setelah Irine memilih 13.. Nc6 ketimbang 13...Rd8 seperti partai sebelumnya. Walaupun banyak ketidak akurasian antar kedua pemain, tapi di kondisi catur kilat ini Salome lebih banyak membuat langkah tepat. Salome pun menang di langkah ke-55 setelah men-skak mat Irine yang terus bertahan.
Di partai catur cepat / rapid ke-2, Irine tidak bisa menahan permainan Salome yang terus berhasil menukar-tukar perwira di pembukaan Caro Kann. Tambah lagi kondisi harus menang yang diembang Irine membuat dia harus mencari komplikasi agar permainan tidak senyap sampai draw. Irine akhirnya musti menyerah setelah kehabisa bidak di endgame. Walau kalah di partai play off, Irine bisa terhibur karena memetik sedikit elo rating melalui dua drawnya.
Partai Catur Irine K. Sukandar vs Salome Melia di Women's World Chess Championship 2015
lihat juga :
ROUND 1 GAME 1: Irine K. Sukandar vs Melia Salome 1/2-1/2, Sochi 2015
ROUND 1 - GAME 2: Melia Salome vs Irine K. Sukandar 1/2-1/2 - C99 Ruy Lopez Closed
In tie break rounds, our Indonesian player, Irine Kharisma Sukandar repeated the same variation on both games, pretty similar to what they've played in previous classical games. Only that this time, in both games Irine was simply outplayed in the last part of the game. Notably on the second rapid game, Irine can't avoid Salome's play that keep exchanging pieces out of the opening, she push too hard in must win situation and lost.
On the dramatic moments, Tatiana Kosintseva pushed to played in Armageddon round by Mary Ann Gomes. Tatiana even got lost position in the final moment but Mary Ann lost on time. Same thing happened in Alexandra Goryachkina vs Lilit Mkrtchian, both through the Armageddon phase and Alexandra won it. Four lower seeds eliminated their stronger counterpart, notably, Yaniek Marrero Lopez from Cuba (knocked out Elina Danielian), Inna Gaponenko (k.o.-ed Natalia Zhukova), Meri Arabidze (k.o-ed Elizabeth Paehtz), and Ketevan Arakhamia-Grant (eliminated Hoang Thanh Trang).
The pairings for round 2 are:
Koneru Humpy (2581 India) vs Lei Tingjie (2444 China)
Battle of strongest seed against the new black horse from China. Lei Tingjie won convincingly against Desy Cori in first round. Noted that Lei Tingjie is the winner one of Moscow Open groups in this January.
Alisa Galliamova 2484 – Tatiana Kosintseva 2483 (both Russia)
Both coming from tie break yesterday, Tatiana her equal opponent now.
Mariya Muzychuk (2526 Ukraine) – Monika Socko (2463 Poland)
Mariya get a highlight when lost to lower rated Yuan Yuanling, but then proved that's only a small incident. She will meet more experience opponent, Monika Socko.
Antoneata Stefanova (2522 Bulgaria) – Inna Gaponenko (2384 Ukraine),
Still, Antoneata is hundred points stronger than Inna Gaponenko. According to databse, Stefanova is having crushing winning records against Inna.
Viktorija Cmilyte (2530 Lithuania) – Ekaterina Kovalevskaya (2438 Russia),
Yaniet Marrero Lopez (2316 Cuba) – Meri Arabidze (2374 Georgia),
Both are the winning against their previous stronger opponents.
Alexandra Kosteniuk (2529 Russia) – Shen Yang (2459 China),
They played three games, 2-1 in favor to Shen Yang.
Harika Dronavalli (2492 India) – Irina Krush (2477 USA),
Irina Krush may wanted to take revenge on her country compatriot, Tatev Abrahamyan, who got eliminated by Harika Dronavalli.
Jun Wenjun (2557 China) – Natalia Pogonina (2456 Russia),
Most interesting pairing. Ju Wenjun as second seed against Natalia Pogonina. Found five games from chessgames.com, with equal 2.5-2.5.
Anna Ushenina (2486 Ukraine) – Marie Sebag (2482 France),
Zhao Xue (2527 China) – Melia Salome (2459 Georgia),
Melia Salome eliminated Irine Kharisma Sukandar in the tie break, destroying hope of millions Indonesia fans. She deserved the victory and need to face even stronger opponent, Zhao Xue.
Bela Khotenashvili (2513 Georgia) – Huang Qian (2473 China),
Anna Muzychuk (2552 Ukraine) – Aleksandra Goryachkina (2456 Russia),
Tan Zhongyi (2487 China) – Lela Javakhishvili (2481 Georgia),
Valentina Gunina 2528 – Olga Girya 2459 (both Russia),
Pia Cramling 2495 (Sweden) – Ketevan Arakhamia-Grant 2379 (Scotland).
Lilith Mkrtchian vs Alexandra Goryachkina sochi 2015 tie break goes to Armageddon round
Salome Melia vs Irine Kharisma Sukandar rapid games 1, 1-0
Irine Kharisma Sukandar tersingkir di babak pertama Sochi 2015
Shen Yang eliminated Alina Kashlinskaya
most dramatic moment from round 1, Tatiana Kosintseva chose the color for Armageddon round against Mary Ann Gomes
Irine Kharisma Sukandar Tersingkir Melalui Babak Play Off
Setelah melalui dua babak catur klasik di kejuaraan catur wanita dunia Sochi 2015 melawan Salome Melia, Irine Kharisma Sukandar akhirnya kandas di babak play off. Memainkan dua partai catur cepat melawan Salome dari Georgia, keduanya mengulang pembukaan Ruy Lopez dan Caro Kann yang sudah mereka mainkan di babak sebelumnya. Namun ternyata Salome Melia memiliki kontrol yang lebih baik dan akhirnya memenangkan kedua partai catur kilat ini. Di game ke-3 (rapid 1), Melia berhasil perlahan-lahan membuat bangunan yang lebih baik dari Irine, setelah Irine memilih 13.. Nc6 ketimbang 13...Rd8 seperti partai sebelumnya. Walaupun banyak ketidak akurasian antar kedua pemain, tapi di kondisi catur kilat ini Salome lebih banyak membuat langkah tepat. Salome pun menang di langkah ke-55 setelah men-skak mat Irine yang terus bertahan.
Di partai catur cepat / rapid ke-2, Irine tidak bisa menahan permainan Salome yang terus berhasil menukar-tukar perwira di pembukaan Caro Kann. Tambah lagi kondisi harus menang yang diembang Irine membuat dia harus mencari komplikasi agar permainan tidak senyap sampai draw. Irine akhirnya musti menyerah setelah kehabisa bidak di endgame. Walau kalah di partai play off, Irine bisa terhibur karena memetik sedikit elo rating melalui dua drawnya.
Partai Catur Irine K. Sukandar vs Salome Melia di Women's World Chess Championship 2015
lihat juga :
ROUND 1 GAME 1: Irine K. Sukandar vs Melia Salome 1/2-1/2, Sochi 2015
ROUND 1 - GAME 2: Melia Salome vs Irine K. Sukandar 1/2-1/2 - C99 Ruy Lopez Closed
Subscribe to:
Posts (Atom)














